Kamis, 28 April 2016

CINTA DAN MEDIA SOSIAL

keagungan Tuhan menciptakan seluruh dunia yang penuh dengan keajaiban yang tak terduga maupun yang terduga. manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dengan kepala yang dipenuhi oleh bumbu-bumbu akal pikiran. manusia adalah sarana sempurna buat Allah untuk menampakkan keagungan-Nya. maka dari itu Allah melalui manusia menciptakan internet dan anak-anaknya, Media Sosial. melalui sarana komputer yang sangat repot hingga saat ini dapat dicium dengan benda yang hanya berukuran 3 inchi, smartphone. Dan inilah awalnya.

berawal dari zaman anak muda yang disebut alay, mencari sesuatu yang dapat menemani dan memuaskan sesuatu yang terpendam.hingga akal tak bisa melawan nafsu yang bergejolak. benih-benih cinta muncul meskipun hanya dibanjiri oleh kata-kata yang bisa merajuk hati yang sepi. mengeluarkan rasa penasaran yang besar tehadap laan jenis dan timbullah rasa nafsu yang menjadikan cinta sebagai pelakunya dan akhirnya menuduh cinta yang melakukannya.

hari demi hari berlalu, wanita cantik rumahan itu hanya ditemani oleh hp dengan media sosial di dalamnya. entah apa yang membuatnya tersenyum setiap mengetikkan kata-kata dalam hpnya. begitupun saat dia membaca balasan, senyumnya semakin melebar menampakkan wajah yang sangat manis nan bersinar dengan bibir indahnya. sesekali dia berguling dan memeluk bantal yang diraihnya. sepertinya dia sedang merasakan hal itu kembali, rasa yang hanya muncul terhadap lawan jenis.

sampai saat itu, lelaki yang membuatnya menampakkan senyum manisnya menawarkan untuk bertatap muka dengannya. wanita itu sangat gembira, meskipun dia sadar bahwa rasa malu selalu menyelimutinya saat awal bertemu. tapi, cinta tetap menuntunnya untuk menerima tawaran sang pemikat hati yang dia kagumi. dia sangat menginginkannya karena lelaki tersebut hanya sesekali meletakkan kaki di tanah sutera skibat kwajiban yang harus dituntutnya di kota daeng, kota yang wanita itu belum pahami.

terbangun dari tidur, wanita itu bersiap melakukan kewajiban hariannya. dengan seragam pramuka dia keluar dari lorong dengan tugu yang memisahkan jalan. entah apa yang membuatnya sangat malu saat menatap ke seberang jalan. matanya fokus kepada sosok yang memakai baju abu-abu dengan rambut yang sangat tipis seperti mahasiswa baru. tetapi rasa malu mengalahkan tatapannya, memaksa kepalu tunduk melihat ke tanah.

rasa malu makin menyelimuti saat terdengar suara lelaki yang menawarkan tumpangan untuk ke gudang ilmu. sesekali dia menolak dengan gerakan geleng-geleng sambil tertunduk meskipun dia mau. akan tetapi, rasa malu masih dikalahkan oleh kata-kata lelaki itu. wanita itupun berada dibelakang sang pemikat hati degan kedua kaki disamping, kepala tertuntuk sambil mata menapat ke arah rok cokelatnya.

ditemani suara mesin dan angin yang menghantamnya. wanita itu menjawab semua pertanyaan sang pemikat hati dengan suara yang sangat lembut dan malu-malu. wanita itu memendam senyum manisnya, hanya muka  datar yang ia tampakkan. seskali dia memgang pundak sang pemikat hati jika ada ranjau jalanan yang hendak menerkam kuda mesin yang dia tumpangi.

entah apa yang memasuki pikiran sang pemikat hati, tiba-tiba suara terdengar dari mulutnya. suara yang sangat susah dia ungkapkan ternyata dikeluarkan saat itu pula, ''aku sayang kamu''. akan tetapi, hanya direspon oleh senyuman manis oleh wanita berparas cantik itu dan berbalik berjalan menuju sekolah yang mempunya dataran yang sangat rendah. meskipun hanya senyuman, tetapi sangat berarti terhadap sang pemikat hati. dia bagaikan melihat bidadari yang hendak menuntut ilmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar